Home » , » The Power Of Giving

The Power Of Giving

Written By AKHMAD SUGANDI on Senin, 01 Juni 2015 | 03.08

Mari sejenak kita lihat dan amati lingkungan di sekitar kita. Masih adakah saudara kita yang untuk makan 3 kali sehari saja masih amat sangat susah? Masih adakah saudara kita yang telah mencapai usia senja namun masih dituntut kerja keras untuk bertahan hidup di dunia? Lalu perhatikanlah, masih adakah anak-anak kecil yang berkeliaran di jalanan, menyanyi dengan gitar mungilnya dan menerobos celah mobil yang berhenti di lampu merah? Padahal seharusnya anak-anak seusia mereka duduk manis di bangku sekolah dan menikmati masa kanak-kanaknya dengan gembira. 

Kenyataannya, tidak semua orang seberuntung kita. Ada yang saking laparnya, mereka 'menggali' tempat sampah, bak menggali harta karun yang tertimbun tanah hanya untuk menemukan makanan sisa yang terbuang percuma. Dan semua itu masih terasa lezat di lidah mereka. Ada seorang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, bekerja brekeliling komplek perumahan menjual cobek yang beratnya berkilo-kilo, dan itupun tidak selalu habis terjual dalam sehari. Yang ia lakukan hanya semata-mata untuk bisa menyambung nyawanya. 

Ada kakek tua yang menjajakan amplop di tengah teriknya matahari, hanya untuk bisa makan sehari-hari. Padahal di jaman serba canggih sekarang ini, amplop untuk berkirim surat sudah jarang sekali dicari. Ada lagi yang tak kalah menyayat hati, yaitu kisah seorang kakek tua yang masih bekerja mengayuh becak. Namun saat bekerja, kakek tersebut jatuh tersungkur dan meninggal dunia karena fakor usia dan kelehan yang menderanya. Masyaa Allah, Beliau meninggal saat mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. 

Jika kita melihat lebih luas, di luar sana masih banyak sekali cerita yang mungkin kalau kita mengetahuinya, hati kita akan tergugah. Hati kita akan terpanggil untuk berbuat sesuatu guna membantu mereka dari segala kesusahan. Menjadikan mereka merasakan apa yang kita rasakan, dan menjadikan mereka memiliki juga apa yang kita miliki. Pernah mendengar istilah “Sedekah tak harus menunggu kaya.” Yap! Untuk berbagi kita tak harus menunggu harta melambung tinggi. Sebenarnya kita ini sudah kaya. Allah menciptakan kita dengan sempurna. Seandainya, ada seseorang yang membutuhkan mata, lalu ia menawar harga mata yang Allah titipkan ke kita ini dengan harga ratusan juta, apakah anda bersedia menjual dan memberikannya? Saya rasa tidak. Lihat, mahal sekali harga organ-organ tubuh kita yang kita dapatkan secara cuma-cuma dari Yang Maha Pencipta. Kita ini sudah kaya! Allah menitipkan banyak kekayaan kepada kita, apakah kita sudah mensyukuri segala pemberian-Nya? Tidaklah penting seberapa kaya rayanya seseorang, yang terpenting adalah seberapa berkahnya kekayaan yang Allah titipkan. Harta yang berkah adalah yang digunakan di jalan Allah, yang bermanfaat bagi sesama. 

Berbagi adalah satu jalan memecahkan masalah, berbagi adalah sebuah solusi. Tentunya juga menjadi solusi untuk kita sendiri. Karena sesungguhnya jika kita berbuat baik, maka kebaikan tersebut untuk kita, begitupun sebaliknya. Bayangkan, berapa banyak orang yang tersenyum ketika mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan? Dan ketika kita tahu alasan mereka tersenyum adalah diri kita, bukankah kita juga merasa bahagia? Dan kita juga tidak tahu, berapa banyak do'a – do'a yang mungkin saja diam-diam mereka panjatkan untuk kita. Dan kita tidak pernah tau do'a yang mana dan dari siapa yang Allah kabulkan untuk kita.

Percayalah! Sedekah atau menginfakkan harta kita di jalan Allah, sama sekali tidak akan menjadikan kita miskin atau bangkrut. Justeru, sedekah akan membuka pintu-pintu rezeki lainnya. Dalam Al Qur'an, Allah Ta'ala berfirman : “Perumpaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah :261)

Sedekah kita akan menjadi naungan di hari kiamat kelak. Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wa salam bersabda : “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad) 

Malaikat pun turut mendo'akan kebaikan untuk orang-orang yang menginfakkan hartanya dan mendo'akan kehancuran bagi mereka yang enggan mengeluarkannya (kikir). Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wa salam bersabda : “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq' sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata, 'Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya).” (HR Bkhari-Muslim)

Setelah mengetahui beberapa keutamaan sedekah, semoga hati kita tergugah untuk menambah pundi-pundi pahala untuk bekal kita di akherat kelak. Berharaplah balasan segala amal kita hanya kepada Allah, bukan berharap balasan manusia atau pujian dari oranglain. Apa yang kita miliki semuanya milik Allah. Apa yang kita beri, SesungguhnyaAllah Maha Mengetahui. 

 Japan, 31 Mei 2015 
Farida (Relawan Kilau)   
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : OBRAL BLOG | Blog Developer
Copyright © 2012. Kilau - Lembaga Kemanusiaan - All Rights Reserved