Home » , » Melatih diri untuk PEDULI

Melatih diri untuk PEDULI

Written By AKHMAD SUGANDI on Selasa, 07 April 2015 | 18.04



Bismillahhirrohmaanirrohim...
Segala puji hanya Allahlah yang berhak tanpa kecuali..
Pembaca yang di rahmati Allah..
 
Hakekatnya manusia adalah mahluk Sosial, mahluk yang tidak bisa hidup sendiri, mahluk yang saling membutuhkan dan saling membantu.
Peduli adalah Suatu tindakan yang didasari pada keprihatinan terhadap masalah orang lain (Ensiklopedia).
Hal ini mengandung makna bahwa orang yang peduli adalah orang yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Orang yang mempunyai minat atau ketertarikan untuk membantu orang lain. Bukan berarti untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih kepada membantu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian.
 
Masih kah kita memiliki rasa peduli?
 
Menjawab pertanyaan tersebut , masing masing pembaca bisa mengukur seberapa rasa peduli yang saat ini masih kita miliki. Keluarga dan nilai nilai keagamaan yang tertanam dengan baik akan mencerminkan nilai-nilai kepedulian sosial yang tinggi. Karena nilai inilah yang menjadi suara hati kita untuk selalu membantu dan menjaga sesama. Seorang ahli parenting dari Shining Stors Academy , Dame Sidabutar mengatakan bahwa Membentuk Jiwa Sosial/ kepedulian dan kepribadian harus di awali dengan memperkenalkan nilai-nilai sosial sejak kecil, sedari dini. Maka peran keluarga, teman dan lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir nilai nilai tersebut.
 
Kita tidak bisa menutup mata, Pengaruh Tekhnologi dan Arus Global telah merubah secara perlahan bahkan ekstrimnya telah merubah secara drastis pola hidup masyarakat ,dari pola asuh sampai hubungan sosial dalam keluarga secara frekuensi maupun intensitas komunikasi, serta hubungan sosial antar warga. Berdasarkan pengamatan kasat mata penulis, bahwa kehadiran tekhnologi telah berpengaruh menggeser nilai nilai kearifan budaya lokal. Untuk itu alangkah lebih bijaksana jika kita kembali meneladani sikap para sahabat Rosulallah berikut ini; yakni Umar bin Khatab,seorang pemimpin yang mencermin kan kesederhanan tetapi amat peduli kepada rakyatnya. Begitupun dengan sahabat Utsman bin Affan, saudagar kaya yang dermawan ini, menyumbangkan Unta lebih dari 940 ekor,dan membawa 60 ekor kuda untuk menggenapkan 1000 ekor kuda. Tak kalah menakjubkan untuk di teladani, Sahabat Rosullallah Abdurrahman bin 'auf, telah menafkahkan hartanya di jalan Allah. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40 dirham emas, 500 kuda perang dan 1500 ekor unta disumbangkan untuk perjuangan. Sahabat sahabat Rosulallah tersebut telah menjalankan perintah Allah yang tertuang dalam Al-Quran surat An Nisa 36: "....... Dan Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak anak yatim,orang orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, Ibnu Sabil dan hamba Sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang sombong dan membanggakan diri."

Pembaca yang budiman, Ajaran Islam yang mulia menganjurkan kepedulian sosial, memiliki pribadi yang simpati dan empati kepada sesama. Bahkan kita diwajibkan membantu dan berbagi dengan memberikan kelebihan rejeki kepada orang lain. Berbagi dengan keikhlasan dan mengharap Ridhlo Allah semata. Wujud aplikasi berbagi berupa Anjuran bersedekah dan kewajiban untuk berzakat (membersihkan Harta). Dalam Surat Al Baqarah ayat 261 dikatakan : "Perumpamaan orang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah sebutir benih yang menumbuhkan 7 butir dan setiap butir membuahkan lagi seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang dikehendaki.Allah maha luas karuniaNYa dan lagi Maha mengetahui."


Perhatikan sekeliling kita,banyak orang kaya yang sibuk dengan urusannya sendiri, mengutamakan kehidupan pribadi dan kelompoknya, sehingga kegiatan kemasyarakatan seolah sudah menjadi sesuatu yang langka dan baru bahkan sudah menjadi barang antik. Paham individualis telah membuat hidup acuh tak acuh walaupun mereka mampu untuk mengulurkan tangan kepada kaum yang kurang beruntung. Sebagian lagi, orang sibuk menyalahkan diri sendiri dan asik dengan ketidakberdayaannya. Sungguh kenyataan yang sangat memilukan di negara Timur yang menjunjung dan terkenal dengan gotong royong, budaya sopan, ramah dan jujur. Teringat akan Hadits yang di sampaikan Al Baihaqi; "Bukan Mu'min, orang yang kenyang perutnya sedangkan tetangga sebelahnya kelaparan....
 
Masihkah kita menutup mata akan kalimah kalimah indah dari ayat ayat Al Quran maupun Hadits Nabi..?! Jika kita masih menutup hati kita maka keindahan kepedulian sosial ini hanya menjadi simbol kejayaan dan menjadi icon dari benda matii yang tak pernah terjamah.
 
Dari paparan di atas, jelas bahwa egoisme dan materialism merupakan salah satu faktor penghambat untuk melatih peduli. Oleh karena itu pandangan tentang kiat bagaimana melatih kepekaan sosial atau peduli ini dapat kita tarik benang merah sebagai berikut : 1. Teknologi maju harus kita manfaatkan untuk menggali informasi dalam mengamati , meniru perilaku dan peduli sosial dari orang orang yang diidolakan, seperti tokoh tokoh Islam, tokoh kemasyarakatan dan public figur lainnya.. 2. Perlunya mendapatkan informasi verbal dan non verbal, yang berkaitan dengan pemahaman tentang keadaan yang dirasakan dan bagaimana sikap serta perilaku peduli sosial terhadap masyarakat yang belum beruntung. 3. Perlunya melibatkan semua unsur terkait untuk masuk dalam mengelola kegiatan organisasi soial dan kegiatan aksi sosial. khususnya generasi muda. 4. Gagasan AA Gymnastiar tentang 3 M ( Mulailah dari hal kecil, Mulai dari diri sendiri dan, Mulailah dari sekarang) perlu di pesan ulangkan melalui Media Sosial .fa 5. Orang tua dan keluarga adalah teladan terdekat dan tempat praktis untuk memulai latihan peduli.


Pembaca budiman, tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna kecuali yang Maha Sempurna Allah SWT.
"Lihatlah orang yang di bawahmu, dan janganlah lihat orang di atasnnya, agar engkau tidak meremehkan Karunia Allah.." (HR. Bukhari Muslim)


Indramayu, 8 April 2015.
Siti Ratnawati
Donatur Kilau
https://www.facebook.com/profile.php?id=100006686119266&sk=about
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : OBRAL BLOG | Blog Developer
Copyright © 2012. Kilau - Lembaga Kemanusiaan - All Rights Reserved