Home » » Produktifitas Di Bulan Ramadhan

Produktifitas Di Bulan Ramadhan

Written By Yayasan Kilau Indonesia on Kamis, 26 Juli 2012 | 21.04

Bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di dunia. Bahkan warga muslim di beberapa negara Timur Tengah telah mempersiapkan sedemikian mungkin demi menyambut tamu agung ini.

Jikalau kita pernah merasakan Ramadan di Timur Tengah, suasana di bulan ini sangatlah ‘wah’ dibandingkan dengan negara-negara muslim lain di dunia. Mesir contohnya, menjadi tradisi di bulan Ramadan untuk berlomba-lomba menyiapkan makanan berbuka puasa. Jikalau kita lihat di jalan raya saat menjelang berbuka, banyak sekali orang membagikan makanan ringan untuk sekedar makanan berbuka bagi mereka yang masih dalam perjalanan dan belum tiba di rumah.

Tidak hanya itu, semangat warga Timur Tengah ini dilanjutkan pula dengan semangat mereka dalam bekerja. Bahkan biasanya, produktifitas di beberapa lembaga semakin meningkat di bulan Ramadan. Di dalam mindset mereka, bekerja adalah sarana untuk menambah pahala di bulan Ramadan. Apalagi ketika pekerjaan itu berkaitan dengan membantu orang lain, maka pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.


Produktifitas di Era Rasulullah dan Pengikutnya

Jikalau kita lihat sejarah Islam, produktifitas di bulan Ramadan pada zaman Rasulullah Saw, yang sangat baik terkenang hingga saat ini adalah perang badar. Kaum muslimin pada saat itu melakukan perang dan berakhir dengan kemenangan di tangan mereka sebagai hadiah dari Allah SWT.

Produktifitas di bulan Ramadan lainnya adalah dalam membaca Alquran dan mengkhatamkannya. Jika di bulan lain para sahabat hanya mengkhatamkan satu kali dalam sebulan, di bulan Ramadan, para sahabat berlomba-lomba untuk mengkhatamkannya sebanyak mungkin. Ada yang dua kali, tiga kali, empat kali bahkan hingga 30 kali. Ini mereka lakukan sebagai motivasi untuk menambah pahala sebanyak mungkin. Semangat lipat ganda pahala di bulan Ramadan senantiasa terngiang-ngiang dalam fikiran para sahabat, sehingga merekapun semakin meningkatkan produktifitas di bulan Ramadan.

Kisah lain adalah di era tabi’ dan tabi’in. Salah satu ulama mufassir, Syeikh Imam Al Qurthubi, mampu mengkhatamkan tulisan yang tebalnya berjilid-jilid. Tafsir Jalalain, karyanya, dibuat berbulan-bulan sebelumnya dengan hanya menghasilkan lima belas juz. Lima belas juz sisanya, beliau khatamkan hanya dalam waktu satu bulan di bulan Ramadhan.

Mungkin banyak sekali kisah-kisah para sahabat dan pengikut lainnya yang bisa kita cari satu persatu di dalam buku klasik.


Produktifitas Bulan Ramadhan di Indonesia

Ketika Ramadan tiba, mungkin ada segelintir umat muslimin di Indonesia yang menyambutnya dengan raut wajah tidak senang. Bulan yang penuh rahmat ini dianggap sebagai beban dan dapat menurunkan produktifitas mereka dalam bekerja, karena tidak dapat makan dan minum di siang hari sebagaimana di hari-hari biasa.

Mindset yang telah tertanam di hati masyarakat muslim Indonesia ini sangat keliru sehingga akan menimbulkan produktifitas beberapa perusahaan menurun beberapa persen. Padahal jika kita ingin mengambil hikmahnya di balik itu, pada bulan inilah kita dapat lebih fokus dengan pekerjaan tanpa harus diganggu oleh jadwal sarapan dan makan siang.

Di sisi efektifitas, bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk mencapai target yang sempat tertinggal. Insya Allah, jika meniatkan semuanya karena Allah SWT, tidak hanya bonus Ramadan yang akan kita dapatkan, tetapi juga pahala yang berlipat. Setiap hal kebaikan yang kita kerjakan dengan niat ikhlas karena Allah SWT, maka pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika mindset yang salah ini dapat kita rubah secepatnya. Jangan pernah jadikan bulan Ramadan yang penuh rahmat ini sebagai beban untuk meningkatkan produktifitas di tempat kita bekerja.

Di sisi lain, perusahaan sebaiknya juga menanamkan dalam diri karyawan bahwa Ramadan adalah bulan yang tepat untuk mencapai target produksi yang lebih baik. Hal ini dapat disampaikan melalui kajian-kajian internal perusahaan, seperti kajian dhuha, kajian zuhur, atau melalui training. Insya Allah, semangat ini akan tetap tertanam di benak para karyawan sehingga target yang telah direncanakan pada bulan-bulan sebelumnya dapat tercapai di bulan Ramadan, sebagaimana para sahabat dan pengikutnya yang mampu meningkatkan produktifitas di bulan ini.


Wallahua’almu bisshawab

Muhammad Iman Sastra Mihajat

*Syariah Compliance PT Asuransi Takaful Keluarga

( rmd / rmd )
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : OBRAL BLOG | Blog Developer
Copyright © 2012. Kilau - Lembaga Kemanusiaan - All Rights Reserved