Home » » Tato: Awalnya Buat Gaya, Lalu Menyesal Kemudian

Tato: Awalnya Buat Gaya, Lalu Menyesal Kemudian

Written By Yayasan Kilau Indonesia on Selasa, 01 Mei 2012 | 20.11

Penyesalan selalu datang belakangan, begitu juga pada pemilik tato yang tidak punya pendirian alias labil. Gara-gara bosan dan berubah pikiran, tak sedikit pemilik tato permanen yang kebingungan mencari cara untuk menghapus tatonya.

Tidak bisa dipungkiri, banyak orang membuat tato hanya untuk gaya-gayaan tanpa ada maksud yang jelas. Gambar atau tulisannya sesuka hati, lalu beberapa tahun kemudian merasa bosan atau sudah tidak cocok lagi dan ingin dihilangkan atau diganti.

"Ada yang dulu tulis nama pacarnya, sekarang menikah dengan orang lain. Ditulisnya di paha lagi," kata dr Andriawati Soewono, dokter kecantikan yang sering menghapus tato dengan laser saat ditemui di RS Siloam Kebon Jeruk, seperti ditulis Rabu (2/5/2012).

Situasi seperti itu seharusnya bisa dihindari jika keputusan untuk membuat tato benar-benar didasari dengan pertimbangan matang. Bukan sekedar desain gambar atau tulisannya saja, tetapi juga makna yang terkandung di dalamnya karena tato permanen bakal melekat seumur hidup.

Kalau tidak dipertimbangkan dengan benar, bukan tidak mungkin suatu saat akan merasa bosan dengan tatonya. Kalau sudah begitu, pasti orang tersebut bisa stres memikirkan bagaimana cara menghapusnya, berapa biayanya, apa bahaya atau efek sampingnya, dan sebagainya.

"Kenapa pertanyaan seperti itu selalu muncul? Sebelum kami menato costumer kami, kami biasanya menyarankan kalau desain atau gambar yang mereka inginkan menurut kami nggak masuk akal. Supaya tidak menyesal kemudian," kata Lois Nur Fathiarini, seorang tattooist (seniman tato) perempuan asal Yogyakarta ketika dihubungi detikHealth.

Lois menambahkan, tato permanen sebenarnya bisa saja dihilangkan dengan laser. Namun karena hasil penghilangan tato yang pernah ia lihat di Indonesia tidak ada yang benar-benar sempurna, ia lebih menyarankan agar sebelum membuat tato benar-benar dipikir matang agar tidak menyesal di kemudian hari.

(up/ir


detikHealth
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : OBRAL BLOG | Blog Developer
Copyright © 2012. Kilau - Lembaga Kemanusiaan - All Rights Reserved