Home » , » Karyawan Bahagia Pelanggan Bahagia

Karyawan Bahagia Pelanggan Bahagia

Written By Yayasan Kilau Indonesia on Selasa, 15 Mei 2012 | 01.05

Kepada Keith McFarland, penulis buku The Breakthrough Company, James Goodnight, pendiri SAS, perusahaan pembuat peranti lunak, mengatakan bahwa ada dua tujuan yang ingin ia capai sejak hari pertama perusahaannya mulai beroperasi pada 1976. Pertama, membuat peranti lunak yang dibutuhkan konsumen. Kedua, menciptakan lingkungan yang akan membuat karyawannya menikmati pekerjaan mereka. “Saya menginginkan suatu tempat di mana berbagai gangguan hidup tidak menerobos masuk sehingga jus kreatif kami dapat mengalir,” kata Jimmy, panggilan akrab James Goodnight.

Sewaktu meluncurkan SAS, Jimmy dan kawan-kawannya bertekad membangun sebuah perusahaan yang lebih kolegial, bukan lingkungan korporat ala General Electric, tempat ia pernah mengerjakan sebuah proyek untuk NASA sambil menyelesaikan program doktornya. Meski ia merasa bahwa bekerja di GE itu menyenangkan, dia merasa seperti ada orang yang selalu mengawasinya di balik punggungnya. Ia tak ingin itu terjadi di SAS, bahkan ia ingin memberi sebagian besar karyawannya di SAS kantor pribadi mereka sendiri.

Jimmy memenuhi janjinya. Beragam tunjangan disediakan SAS. Ia memberi pegawainya bukan hanya kantor pribadi di suatu kampus yang luas, yang dibuat mirip taman, tapi ada pula dokter dan perawat yang selalu siaga, fasilitas penitipan anak yang lengkap, dan bahkan penata rambut yang dapat diundang ke kantor. Tujuan Jimmy untuk memperlakukan orang lain secara adil juga terbukti menjadi strategi bisnis yang berhasil: Pendapatan SAS meningkat setiap tahun dan SAS menjadi salah satu perusahaan peranti lunak terbesar di dunia. Tahun 2011, pendapatannya naik 12 persen.
Seperti halnya mendiang Steve Jobs, Jimmy juga tidak peduli dengan urusan menyenangkan Wall Street. “Kami hanya berusaha menyenangkan karyawan kami dan pelanggan kami,” ujarnya. Maka, pada tahun 2002, ketika perkembangan ekonomi memaksa kebanyakan perusahaan lain memberhentikan karyawannya, Jimmy justru bertindak sebaliknya. “Ketika begitu banyak orang mencari pekerjaan, kami harus mengambil kesempatan untuk memasukkan orang-orang yang benar-benar kelas satu,” kata Jimmy yang waktu itu justru menambah tenaga kerja sebanyak 8,5%. Tahun berikutnya, pendapatan SAS tumbuh mencapai dua digit.

Apa kunci keberhasilannya? “Inovasi adalah kunci bagi keberhasilan dalam bisnis, dan kreativitas menjadi bahan bakar inovasi,” ujar Goodnight. Pada 2004, Harvard Business School menjuluki James Goodnight sebagai salah seorang “20th Century’s Great American Business Leaders” karena selama tiga dasawarsa memimpin bisnis yang telah mengubah cara orang Amerika hidup, bekerja, dan berinteraksi di abad ke-20.

Agar karyawan menjadi kreatif dan gemar inovasi, Goodnight memandang penting membahagiakan mereka. Filosofinya terdengar sangat sederhana: “Jika kita menjaga karyawan kita bahagia, mereka akan melakukan pekerjaan dengan bagus untuk menjaga agar pelanggan kita bahagia.” Sejak berdiri hingga sekarang, ia tidak pernah memangkas jumlah karyawannya walaupun situasi ekonomi tengah sukar. **

TEMPO
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : OBRAL BLOG | Blog Developer
Copyright © 2012. Kilau - Lembaga Kemanusiaan - All Rights Reserved