Home » , , » Lunturnya Pesona Ikhwan

Lunturnya Pesona Ikhwan

Written By Yayasan Kilau Indonesia on Kamis, 19 April 2012 | 01.41


Lebih dari 10 tahun, Allah menunjukkanku kepada jalan hidayah bernama tarbiyah,
Mempertemukanku dengan sosok murabbiyah,Dan semula itu ia ajarkanku tentang segala hikmah agama yang penuh kemurnian,

Saat sang murabbiyah bertutur cerita di saat terdahulu,kekagumanku pun menjadi-jadiAkan perjuangan untuk liqo, meski harus sembunyi-sembunyi
Akan ketsiqahan yang tulus meski pada jalur yang entah sumber nya terletak dimana,Yang memiliki keteguhan dalam visi peradaban, meski dalam kanan kiri keterbatasanYang begitu penuh rindu dan berbesar kasih sayang dalam ukhuwah, seakan melebihi sanak keluarga


Lalu di antara cerita sang murabbiyah adalah tentangmu, wahai ikhwan
Saat sang murabbiyah bercerita tentang kehebatanmu…Tentang keikhlasanmu yang begitu murni dan tanpa syaratSaat jalan takdirmu ditentukan oleh ketsiqahan yang mendalam pada murabbi, dan selembar kertas biodataSedangkan dunia marak oleh pergaulan yang semakin membebaskanTapi engkau, begitu cerdas menata hati, dan menjaganya untuk keberlangsungan masa depan engkau tidak peduli segala batas fisik
Acuhkan latar belakang Tak peduli selisih umurataupun titel di belakang nama yang dibuat institusi Yang kau peduli hanya satu:status akhwat.Sungguh itu saja sudah cukup, jawabmu tegas.Itulah prasyaratmu untuk membangun peradaban bermisi dakwah dan kecintaan karena Allahselalu

Maka aku pun dulu berpikir,Mengapa engkau bisa sekuat itu dalam mayapada keikhlasanSedang bagimu itulah nyata yang penuh dengan kebeningan….

Tapi itu dulu,Bertahun tahun yang lalu…
Dan ternyata selalu tak lagi setia…
Saat yang kini kutahu adalah kisah yang terdengar tentang namamu yang mulai tenggelamkan kagumku akan dirimu,

dear ikhwan…
Di saat kini baru ku mulai bangkit dan menyatakan kesiapan untuk menjalin kehidupan bersama mulianya seorang ikhwan,Dan ikatan kesakinahan,Berita miring harus kuterima tentang dirimu, wahai ikhwan…

Mereka bilang selembar kertas tak lagi memediasi segala kebutuhan seorang ikhwan dalam menentukan pilihan
Ya,Engkau mulai hadir dan menamakan diri sebagai ‘ikhwan jenis baru’Yang mana usia dan kecantikan masuk kamus kriteriamu

Maka kubertanya,Apakah status akhwat mengenal selisih umur,Melawan batas contoh sang murabbi utama, Muhammad SAW dan Khadijah?Dan apakah kecantikan telah menjadi jalur jalan cinta karena AllahSedang kau tak takut cinta macam itu kelak bisa mengeriput, bersamaan dengan kulitnya?
Atau apakah yang kau cari kini adalah bidadari, wahai ikhwan?

Maka lupakah engkau akan syurga?Karena di sanalah bertabur bidadari…
Kami hanyalah para akhwat yang mengejar syurga juga, selayakmu Tak hanya ingin berjumpa pula dengan bidadari, sepertimuNamun pula ingin mengejar pertemuan dengan Allah…Dalam keridhaan yang menenggelamkan segala derita masa duniawi

Dan Allah SWT tidak pernah menggolongkan kami dalam status wajah Dalam derajat kemanisan, ataupun warna kulit,Tapi Allah menilai kami dalam derajat kecintaan yang murni pada-Nya…

Dan aku..?Aku bahkan tak peduli berapa usiamu saat engkau berniat datang memenuhi niat melalui ayahku
Aku bahkan tak peduli berapa lama engkau habiskan waktu hanya untuk mengambil satu dua nama singkatan di belakang namamu

Aku pun tak peduli dimana engkau ditempatkan bekerja Karena keringatmu yang mengucur, dan kejujuranmu yang kau bina tanpa henti,Adalah pertanda bahwa engkau lah ikhwan yang dicari
Karena ketaqwaan mu lah yang membuat jatuh hatiItulah gelarmu yang menandingi semua gelar institusi seluruh penjuru dunia, wahai ikhwan sejati…

Maka tidakkah engkau mencari pasangan dengan kufu yang seirama…
Ataukah telah kau turunkan derajatmu,Dengan beban berat kriteriamu…?
Wahai ikhwan, jawabnya selalu padamu.
30 desember 2011

Sumber: http://www.dakwatuna.com
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : OBRAL BLOG | Blog Developer
Copyright © 2012. Kilau - Lembaga Kemanusiaan - All Rights Reserved